Halloween party ideas 2015


Manusia merupakan makhluk sosial, dimana ia tak akan mampu hidup tanpa bantuan orang lain. Salah satu manifestasi kemakhluksosialannya adalah dengan berkegiatan sosial. Kegiatan sosial merupakan salah satu kebutuhan manusia yang mendasar, karena rasa ingin diakui dan saling diperhatikan oleh lingkungan sekitar.

Komunitas adalah ajang berkumpul orang-orang yang memiliki kecenderungan yang sama untuk melakukan kegiatan sosial, sesuatu yang positif dan baik. Itulah yang dilakukan oleh beberapa pelajar Sleman.  Lahirnya Komunitas Pelajar Peduli (KPP) diprakarsai oleh sekumpulan pelajar dari Kalasan dan sekitarnya, yang kemudian keanggotaannya mulai menyebar ke seluruh wilayah Sleman.

Dewi salah satu penggerak komunitas ini menuturkan bahwa latar belakang terbentuknya komunitas ini adalah ketika bulan Desember 2016, sedang santer berita peritiwa Aleppo. Sebuah peristiwa krisis kemanusiaan. Waktu itu dia dan teman-teman Rohis SAKA (nama Rohis SMA N 1 Kalasan) berinisiasi ingin mengadakan penggalangan dana. Berhubung waktu itu telah akhir semester, menurut mereka niat baik itu tidak memungkinkan untuk diadakan di lingkungan sekolah.

Singkat cerita dia bertemu dengan teman SMP-nya yang sudah berpengalaman menggalang dana di jalanan. Akhirnya terlaksana-lah Penggalangan Dana Peduli Aleppo. Dewi dan teman-temannya menamakan dirinya sebagai Komunitas Pelajar Peduli Aleppo. Antusias teman-teman pelajar waktu itu sungguh luar biasa, kemudian pada 21 Desember 2016 terbentuklah komunitas ini secara resmi.

Dewi bersama dengan teman-teman Rohis SAKA dan Nada Irawati alumni SMA N 1 Prambanan adalah pencetus komunitas ini. Tujuan komunitas ini dibentuk adalah, untuk menjadi provokator kebaikan pelajar, menjadi contoh nyata aksi kebaikan dari pelajar dan sekaligus menjadi Trend Center. Visi KPP yaitu menjadi pelajar yang lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama. Itulah core yang ingin dibawakan oleh Komunitas Pelajar Peduli.

Komunitas ini menyatakan dirinya terbuka untuk umum, siapapun yang mau bergabung boleh menjadi anggotanya. Di era yang semakin kekinian, KPP tidak ingin kalah dan tertinggal teknologi, KPP juga menyediakan media maya dan nyata untuk berkumpul dan saling bersapa. 

Hingga saat ini Komunitas Peduli Pelajar ini telah menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial diantaranya: Penggalangan Dana Peduli Ponorogo, Gaserba (Gerakan Seribu Kebaikan) dengan rangkaian acaranya (kajian pelajar, bagi-bagi nasi kuning, dan aksi tolak klithih saat pengumuman kelulusan SMA), Posko Lumbung Peduli (Peduli Pangan Afrika), Bakti Sosial Ramadhan di 4 tempat dan Takjil On The Road. Mereka berharap, ke depan akan ada banyak lagi kegiatan yang bakal dilaksanakan oleh komunitas ini, apapun bentuk kebaikan kegiatannya.

Dewi sebagai salah satu founder menjelaskan tentang arti lambang komunitas, yaitu dua tangan yang menyatu. Itu adalah sebagai simbol bahwa pelajar harus bersatu untuk membantu sesama dan bekerja sama untuk berbuat kebaikan dan menyebarkan kebaikan. "Semoga dengan adanya KPP teman-teman pelajar bisa terus terlibat dalam aksi-aksi kebaikan." harap Dewi diakhir wawancara.

 “Menjadi pelajar itu jangan hanya belajar di kelas saja, pelajar itu harus mampu mengaplikasikan apa yang di dapat di kelas agar menjadi ilmu bukan hanya sekedar pelajaran untuk mengejar nilai saja. Orang yang kurang pintar di kelas sekalipun kalau ia bisa peduli dengan lingkungan sekitar / sesama maka ia akan lebih dibutuhkan daripada orang yang pintar dalam akademik tapi tidak memiliki kepekaan untuk membantu sesama”, pesan Dewi kepada seluruh pelajar di seluruh tanah air.



Kontributor : RMRA
Editor : Betty A. Nov
Sumber gambar: insideislam wisc edu
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.