Halloween party ideas 2015


Cerahnya mentari tak sepadan dengan dinginnya pagi ini . 
Begitu menenangkan hingga aku engggan beranjak dari kediamanku. Ku hirup udara,  menikmati hembusan angin yang berlalu lalang . Seketika aku menengok kalender kecilku, jemariku bergerak menghitung hari menanti hadirnya sosok  sahabat lamaku  yang sebentar lagi akan  kembali . 
Hadirnya  yang selalu dinanti oleh  insan muslim di dunia .  

Benar saja,  kehadirannya tak mampu kulihat dengan tatapan sendu ini.
Namun kehadirannya mampu kurasakan kesejukaannya. Ya.. dialah ...
Bulan Ramadhan. 

Tamu yang membuat kagum dan bahagia  setiap insan muslim. 
Bulan penuh rahmat dan ampunan, bulan diijabahnya doa,  bulan dimana setan dibelenggu  
dan  bulan dimana berlipatnya pahala di setiap ibadah.  Dia pun  akan segera hadir kembali 
setelah lama menghilang dari perputaran waktu yang terus berjalan.

Menghilang dengan  meninggalkan jejak sejarah manis dalam kehidupanku 
hingga aku belum sempat berterimakasih, kini ia pun akan segera hadir kembali. 
Bukan aku tak suka ia hadir kembali . Hanya saja aku masih malu bertemu dengannya. 
Entah jawaban apa yang bisa ku ungkapkan setelah sepeninggalannya. 

Siapa aku dan bagaimana aku sebenarnya setelah ia menghilang. Hanya  batin kecilku yang mampu menjawab bagaimana kabar semangatku dahulu saat bersamanya. 
Ku akui memanglah karena hadirnya aku merasa  bahagia menjalani setiap  langkah kaki kecilku.
Semua terasa  mudah dan manis saat menjalani hari dengan sejuta kebaikan yang  terasa ringan untuk mengerjakannya. Namun, berdosakah aku jika aku sangat bersemangat 
memberikan yang terbaik dalam setiap hari hariku  bersamanya ?
Sungguh ini bukan sebuah kemunafikan semata. 
Hati  dan langkah  ini terasa ringat saat  bersamanya. 
Sujudku kepada Sang Pencipta menjadi hal yang selalu kurindukan. 
Lantunan surat cinta  seakan menjadi candu di penghujung shalat dan kesibukanku. 
Membacanya di kala terbangun disepertiga malam seakan menjadi obat tersendiri. 

Lantunan doaku pun   menjadi penghibur  hati yang tengah lengah.
Jiwa ini seakan  menuntut untuk selalu  berada dalam ketaatan. Karena hadirnyalah  saat yang tepat untuk menempa diri. Belajar arti kesabaran, belajar  saling  berbagi dan  belajar  memaknai kehidupan.
Hari demi hari pun akan segera berganti. Kehadirannya pun semakin mendekat. 
Tak akan ku sia siakan kehadirannya  hanya dengan hati dan jiwa yang kosong. Mereka yang beruntung masuk ke dalam surga adalah mereka yang benar-benar tenggelam dalam ketaatan. Tak akan ku biarkan diri ini  lalai dari ketaatan dan keberkahan . Tak akan ku biarkan diri ini lengah menyambut kehadirannya.
Ramadhan, sahabat lamaku aku berjanji akan kupersiapkan jiwa dan hati ini untuk menyambut kehadiranmu. .
Sahabat surgaku,  Ramadhan memanglah menjadi sahabat yang selalu dirindukan oleh setiap muslim. Kehadirannya memberikan nuansa yang menyejukkan jiwa, karena Ramadhan memiliki makna tersendiri bagi setiap insan . 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan full manfaat, bulan yang sungguh sangat istimewa, sampai –sampai ibadah sunnah dinilai wajib , ibadah wajib dilipatgandakan 70 x lipat. Kalau kita pergi ke pameran computer , kira – kira begini .. beli mouse bonus laptop dan itu hanya di bulan ramadhan saja bukan bulan yang lain. So, jangan sampai ramadhan kita sia – sia dan tidak full spirit ,  belum tentu bulan depan ketemu lho... “ 
ungkap Sulistya selaku Ketua YBR Sembada Cendekia .


author: N.Nazih
editor: Raden Mas, Betty A. Nov

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.