Halloween party ideas 2015

Jika pahlawan diartikan sebagai orang yang tak henti berjuang, maka kau lah pahlawan


Jika pahlawan diartikan sebagai orang yang penuh cinta, maka kau lah pahlawan


Jika pahlawan diartikan sebagai orang yang rela berkorban, maka kau lah pahlawan


Kau berjuang mengatur segala kebutuhan ku.


Tak lelah... meski bangun sebelum aku terbangun, dan tertidur setelah memastikan aku terlelap.


Tak lelah... meski aku malas bangun untuk sholat subuh, kau tetap bolak-balik ke kamar ku untuk membangunkan ku disela-sela kegiatanmu menyiapkan sarapan, dan lagi, untuk ku.


Tak lelah... meski aku kelelahan karena acara keluarga sehari penuh, kau malah berkutat dengan tumpukan cucian acara kemarin.


Kau penuh dengan cinta.


Cinta itu... saat kau menahan sakit duduk di motor vespa dengan mengangkang dan memangku dua bocah kecil di paha kanan dan kiri mu.


Cinta itu... saat kau rela melapas segala karir yang kau bangun dari nol demi menyertai keluarga kecil ini.


Cinta itu... saat kau rela tinggal berpisah kota dengan anak-anak mu demi mendapat ridho suami.


Cinta itu... yang sungguh ku rasakan dalam setiap hembus napasmu, dalam setiap detik hidupmu.


Kau selalu rela berkorban.


Rela mengorbankan jatah makanan yang kau sukai demi menambah jatah makan anak-anakmu.


Rela mengorbankan baju baru yang kau inginkan, demi menyenangkan hati anakmu dengan baju barunya.


Rela mengorbankan barang kesayanganmu, cincin kawin dari sang pujaan hati, sesuatu yang sangat kau jaga selama ini, demi anakmu bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.


Ibu, semoga Allah memberikan barokah di usia mu yang makin berkurang ini. “Barakallahu fii umrik”. Barokah di usia yang tlah berlalu, maupun di usia yang akan kau lalui di masa depan.


Ntah Allah sisakan berapa tahun, bulan atau bahkan hari lagi untuk kehidupanmu di dunia ini. Tidak! Membayangkannya saja membuatku tak sanggup menahan air mataku.


___ tahun kau menjalani kehidupan ini, 24 tahun aku hidup sebagai anak mu, namun tak sedetik pun aku sanggup membalas segala yang telah engkau berikan padaku.


Aku teringat, saat aku melihat air mata menetes dari mata sucimu karena ulah ku, hari-hari ku dipenuhi dengan ketakutan dan kegelisahanyang besar. Ego ku terlalu besar hanya untuk sekedar mengatakan “maaf”. Hingga kau mengalah (lagi) dengan memberikan senyuman dan pelukan yang hangat untukku. Aku mencintaimu...


Aku teringat, saat kau ikut terbangun menemaniku belajar di malam hari, membuatkanku susu hangat dan mengamatiku dalam diam agar tak menggangguku. Aku mencintaimu...


Ibu..


Aku takut melihat sedihmu dan sedih melihat marahmu.


Bahagiamu adalah bahagiaku dan sedihmu adalah sedihku.


Tak ada orang yang sanggup memperjuangkanku melebihi perjuanganmu terhadapku,


Tak ada orang yang sanggup memberikan cinta sebesar kau memberikan cinta untukku,


Tak ada orang yang sanggup berkorban semenderitanya pengorbananmu untukku.


Ibu... kau pahlawanku.








Author: Nand Ratih
Editor : Betty A. Nov

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.