Halloween party ideas 2015



Remaja atau pemuda adalah cermin sebuah bangsa. Kondisi remaja hari ini akan memperlihatkan bagaimana suatu bangsa dimasa yang akan datang. Semua butuh proses, hari ini seseorang menjadi remaja maka lima belas hingga dua puluh tahun lagi akan menjadi pemimpin bangsa. 

Remaja sangat dikenal sikapnya yang membara. Membara semangatnya, suka mencoba hal yang baru dan berani mengambil resiko tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang. Dimasa remaja seharusnya
perhatian orang tua dan lingkungan harus sangat diperhatikan. Bukan membiarkan remaja hidup dalam arah yang mereka belum tahu secara pasti. Remaja belum memiliki pengalaman dan cenderung ingin mencoba segala hal. 

Peran orang tua dalam mengarahkan putra-putrinya tidak berhenti ketika anak-anak sudah menjadi remaja. Justru, saat putra-putri beranjak dewasa yaitu masa peralihan masa anak-anak menuju kedewasaan peran orang tua sangat menentukan. Remaja belum mampu memutuskan keputusan secara bijak. Remaja mudah terhasut dengan iming-iming yang menurut mereka ada kesenangan tersendiri setelah melakukannya. Pengawasan orang tua sangat dibutuhkan dalam masa remaja ini. Seharusnya orang tua tidak melepas putra-putri remajanya dengan alasan “Mereka sudah tahu mana yang baik dan mana yang buruk”.

Bapak dan Ibu… 
Perlu kita ingat kembali apa arti remaja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata remaja berarti mulai dewasa, sudah sampai umur untuk kawin, pemuda. Sedangkan arti pemuda adalah orang muda laki-laki, remaja, teruna, pemuda yang selalu bergantung pada induk semangnya. KBBI menuliskan bahwa remaja mulai dewasa, sedangkan dewasa sendiri diartikan sampai umur, akil balig (bukan anak-anak atau remaja lagi), telah mencapai kematangan kelamin, matang

Bagaimana anak-anak bisa menjadi remaja, remaja menjadi dewasa? Tentu saja terdapat proses sebelum masanya tiba. Bapak dan Ibu, mari awasi, arahkan dan tuntun anak-anak kita menuju masa remajanya dengan selamat. Begitu juga dengan proses perkembangan remaja menuju dewasa. Usia belasan tahun menuju dua puluhan tahun merupakan masa kritis dalam fase hidup seseorang. Karena pada fase tersebutlah dinamakan remaja. Selamatkan generasi bangsa Indonesia tercinta kita dari segala hal-hal negatif tidak bertanggung jawab. Mari ciptakan lingkungan sehat bagi perkembangan remaja kita.

Sehat badannya, terjauh dari polusi mata yaitu pornografi. Sehat mulutnya dari cadasnya minuman keras dan juga perkataan kotor yang tidak pantas diucapkan. Sehat akalnya, terjauh dari pikiran curang yang diawali dari membiarkan budaya mencontek didalam kelas yang akhirnya sampai pada budaya korupsi saat menduduki jabatan. Sehat ruhnya, semakin kuat keingintahuannya mengenal siapa penciptanya, siapa yang memberikan nikmat hidup yang luar biasa. 

Mari Bapak dan Ibu… 
Mari kita wujudkan bersama generasi yang Muda Qur’ani Berprestasi!

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.