Halloween party ideas 2015




Komunikasi? Yah komunikasi adalah bagian kehidupan yang tak terpisahkan, mulai bangun tidur hingga akan tidur lagi.
Jika orang dengki berbicara, jangan kau timpali. Sebab sebaik-baik jawaban adalah diam seribu bahasa. Apa maksud dari kalimat ini? Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita harus tahu dulu apa itu komunikasi, karena komunikasilah pemeran utamanya.
Interaksi individu antar individu, bisa juga individu ke kelompok, atau sebaliknya dapat menghasilkan sebuah proses yang dinamakan komunikasi. Komunikasi adalah sebuah proses panjang yang tiada akhirnya. Bahkan banyak juga teori yang menjelaskan tentang apa itu komunikasi.
Bermula saat manusia itu terlahir ke dunia, hingga habis masa usianya. Siapa saja pasti butuh berkomunikasi. Karena sebuah tabiat manusia, dia ingin diakui keberadaannya. Ya tentu saja untuk pengakuan aktuliasai dirinya.
Kita dapat melakukan proses sosialisasi diri kepada orang lain bukan hanya dapat dilakukan dengan bahasa secara lisan, tapi ya tepat sekali. Bahasa tubuh juga sangat menentukan terjalinnya proses komunikasi ini.
Setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam melakukan komunikasi. Hayo, coba kita refleksi diri masing-masing, termasuk kedalam golongan yang manakah diri kita ini?
Golongan pertama adalah orang penyambut, dialah yang suka mengawali pembicaraan. Orang ini supel, banyak bicara, cenderung ramah dan terbuka. Tapi ada juga termasuk golongan ini adalah mereka yang mendominasi pembicaraan. Maunya cerita terus dan ingin didengarkan orang lain.
Golongan kedua adalah orang pendukung, dia termasuk orang yang tidak suka mengawali pembicaraan tapi juga bukan berarti orang yang pendiam. Orang golongan ini cenderung terkesan mencari aman. Diajak membicarakan sesuatu lebih banyak dia diam, tapi sebenarnya dia sedang berfikir. Tapi saat memerikan gagasan, terkadang belum dipikirkan orang lain.
Golongan terakhir, golongan ketiga adalah orang pendiam, dia tidak suka mengawali pembicaraan. Dia mau berbicara hanya ketika diajak berbicara, itupun dia jika berbicara hanya ala kadarnya saja.
Apa yang kita baca tadi adalah penggolongan tipe-tipe orang dalam berkomunikasi versi Sembada Cendekia ya teman, masih banyak lagi tipe-tipe orang dalam berkomunikasi. Untuk ketepatannya, Anda sendiri yang tahu, tentu juga Dia Sang Maha Tahu pastinya. ^_^
Nah, kenapa lebih baik diam seribu bahasa? Saat kita melakukan proses komunikasi pasti terdapat gesekan alias kendala-kendala. Hal ini sangat wajar, karena masing-masing orang memiliki kemampuan menyampaikan ataupun menangkap pesan yang berbeda.
Lalu, ketika ada orang yang kurang suka dengan kita disebabkan dia dengki kepada kita, apa yang sebaiknya kita lakukan? Dengki bisa banyak hal bentuknya, orang yang tidak suka jika orang lain mendapatkan nikmat lebih dari Allah ta’ala, kemudian dia melakukan berbagai cara untuk menyainginya.
Pastilah hidupnya akan sangat gerah dan melelahkan. Tiada hari hanya memikirkan bagaimana dia bisa memiliki nikmat yang Allah berikan itu untuk dirinya, bahkan kalau bisa menyaingi. Biasanya selain melakukan berbagai usaha “persaingan” tak sehat ini. Orang yang dengki akan berkata banyak hal yang bisa menyakitkan hati.
Maka sebaik-baik sikap kita menghadapi orang seperti itu adalah dengan diam seribu bahasa. Rugi jika tenaga kita dihabiskan untuk meladeni nafsu kedengkiannya, bukan ketenagan yang didapat justru kedengkiannya bisa berlipat. Karena kita dianggap menggurui bahkan kita bisa dianggap sombong, padahal maksud hati ingin menjelaskan dengan baik-baik, tapi tidak dapat diterimanya karena harinya terlanjur tertutup dengan kedengkian.
Nah, marilah kita menjadikan diri ini tenang dan meneduhkan orang lain. Pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam,”Berkatalah baik, atau diam.”

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.