Halloween party ideas 2015


Assalamu’alaikum... Salam semangat!!! untuk sahabat Sembada Cendekia


Oleh Betaviani


Setelah sekian lamanya duduk sejenak, kini saatnya SC menyapa sahabat sekalian melalui posting pada kesempatan kali ini. Hemh... ada berita apa yaa? Yuk kita flashback sejenak.
Pada bulan September 2012 nampaknya ada kejadian yang membuat sahabat SC merasa tercengang, sedih, bengong, bahkan kasihan. Apa sih? Tepatnya di Solo. Ya betul sekali.. ada dua pemuda yang tertembak polisi karena disangka sebagai teroris. Bukannya belajar yang rajin biar jadi orang yang bermanfaat bagi yang lainnya, tapi malah mati konyol karena ditembak polisi. Dari pada mati ditembak polisi, mending mati-matian menjadi pelajar yang berprestasi! Huft... kasihan betul! Hal yang paling menyedihkan lagi karena katanya mereka itu adalah anak Rohis.

Jadi...??? anak Rohis itu teroris ya?

Sama sekali bukan!


Yuk kita buka surat cintanya Allah untuk seluruh alam semesta, Qur’an surat Al Qashash ayat 77, yang artinya, “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu didunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

Menurut firman Allah diatas, apakah menjadi teroris itu disukai Allah? Jelas TIDAK!
Allah menyuruh kita agar mencari pahala, bekal akhirat, dengan kemampuan yang kita miliki tanpa meninggalkan urusan dunia. Kita diwajibkan mencari pahala, ketika  tiba giliran dipanggil kita akan siap karena telah membawa bekal pahala yang banyak. Allah tidak suka mengada-ada apalagi hal yang melampaui batas. Masing-masing makhluk diciptakan Allah beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita syukuri, betapa banyak anugerah Allah yang diberikan untuk kita. Nikmat berjalan  yang normal, dapat berbicara dengan jelas, bisa merasakan nikmatnya bangku sekolah, bahkan nikmat bernapas dengan bebas. Bayangkan saudara kita yang terlahir kedunia tidak dapat merasakan beberapa nikmat tersebut. Hanya untuk bernapas saja harus membeli oksigen, padahal Allah memberikannya kepada kita gratis tanpa harus membayar.

Oleh sebab itu, berbuat baik itu sangat dianjurkan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita. Menjadi siswa yang patuh pada tata tertib sekolah, giat belajar untuk menyandang prestasi di pundak, memberikan bukti kepada orang tua bahwa kita benar-benar memegang kepercayaan mereka kepada kita. Kita disekolahkan tentu karena pengharapan orang tua, agar kita bisa menjadi orang sukses. Sukses itu relatif, namun yang diinginkan setiap orang adalah sukses dunia dan akhirat.

Pengharapan itulah yang membuat orang tua kita rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bekerja, mencari uang untuk membiayai sekolah kita. Sahabat pasti tahu, betapa orang tua sangat mengharapkan kita menjadi orang yang berguna kelak, minimal dapat berguna untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan disekitarnya. Hingga mereka rela lembur karena ingin mengejar target setoran gara-gara ingat SPP kita sudah nunggak beberapa bulan.

Lalu apa balasan kita kepada kebaikan orang tua kita? Menjadi anak yang baik tentu saja kita harus berbakti kepada kedua orang tua kita. Hal paling minimal yaitu belajar sungguh-sungguh dengan harapan dapat berprestasi dan menjadi pelajar yang diidamkan. Berprestasi tidak hanya melalui sahabat masuk peringkat tiga besar di dalam kelas. Menjaga sopan-santun dan perilaku menjadi pelajar teladan itu juga merupakan prestasi.

Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. Apa sih perbuatan yang merusak? Merusak diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Orang yang suka memandang hanya pada sisi kelemahannya, berarti dia dalam rangka merusak dirinya sendiri. Lho kok bisa!? Bisa saja, karena orang yang hanya melihat sisi kelemahannya saja cenderung tidak mau berusaha menjadi yang lebih dari keadaannya saat itu. Dia terlalu sibuk memikirkan kelemahan yang ada pada dirinya, akibatnya dia akan terkurung dalam sikap sedih, mudah menyerah, tidak percaya diri dan berbagai hal negatif lainnya. Padahal, setiap kita punya kelebihan masing-masing yang secara fitrah mendampingi kelemahan kita. Allah menciptakan makhluknya secara berpasang-pasangan, dan pasangan dari kelemahan yaitu kelebihan.

Masalahnya adalah tidak semua orang menyadari dan mau memaksimalkan kelebihan yang dimiliki. Tetapi malah sibuk memikirkan satu posisi yang dapat merusak dirinya, yaitu kelemahan saja. Itulah salah satu hal yang dapat merusak diri apabila tidak dapat bangkit dan bangun dari bayang-bayang kelemahannya.

Hal lain yang dapat merusak oranglain dan lingkungan adalah sikap dan perilaku kita. Setiap orang memiliki karakter yang khas dan berbeda-beda. Tapi satu hal yang sama, yaitu setiap orang menyukai hal baik, minimal perlakuan baik orang lain kepada dirinya. Kalau sahabat SC ingin diberi perlakuan yang baik dari orang lain, maka sahabat sekalian hendaklah berbuat baik kepada orang lain. Kita akan memperoleh apa yang kita kerjakan, ketika kita berbuat baik pada satu orang, maka kita akan mendapat satu kebaikan dari orang yang lainnya. Bila kita berbuat baik kepada semua orang, bisa jadi ketika kita berada dalam lingkungan yang belum kita ketahui sebelumnya, kita akan diperlakukan baik oleh orang-orang yang ada ditempat itu.

Namun jika kita bersikap seolah-olah merasa paling benar dan paling baik, maka berhati-hatilah. Pasti akan ada banyak kerusakan yang akan terjadi dilingkungan sekitar kita. Satu contoh hal kecil adalah karena sahabat SC adalah pelajar, sahabat merasa paling pandai ketimbang beberapa teman yang lainnya. Ketika diri merasa lebih dari pada orang lain, maka sifat sombong akan mudah memenuhi ruang hatinya. Menurutnya tindakan yang dia perbuat paling baik dan tidak ada yang bisa menandingi. Inilah salah satu hal kecil dari diri seseorang yang dapat merusak orang lain dan lingkungan. Lalu, jika semua orang yang berbuat demikian, akan jadi seperti apa dunia ini?

Merasa diri paling baik adalah salah satu faktor pemicu perpecahan umat. Akibatnya orang tersebut akan meremehkan orang lain, tidak perduli dengan apa yang dia perbuat pada lingkungannya. Ketidak pedulian itulah yang membuat banyak kerusakan di bumi.

Lihat pula Qur’an surat Al An’am ayat 151 yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), ‘Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apapun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin.’ Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; ‘janganlah kamu mendekati perbuatan keji, baik yang telihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar.’ Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.

Dalam firman-Nya di atas, Allah mengharamkan perbuatan keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Apalagi membunuh orang yang diharamkan membunuh atasnya kecuali dengan alasan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Perbuatan kerusakan saja Allah sudah tidak suka, apalagi perbuatan keji, Allah pasti lebih tidak suka. Rusak berarti tidak sesuai dengan yang semestinya dan keji artinya adalah sangat rusak.

Bagaimana dengan Rohis? Rohis ada karena ada sahabat kita yang merasa terpanggil hatinya untuk menggerakkan teman-temannya agar tidak salah menyalurkan kelebihan energinya pada hal-hal yang negatif. Merokok, melihat hal-hal yang tidak semestinya, pacaran, mabuk-mabukan, free sex, dugem, bahkan narkoba. Remaja memiliki kekuatan, semangat, dan energi yang prima ketimbang anak-anak dan orang yang lebih dewasa. Meskipun demikian, remaja masih sangat labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan.

Oleh sebab itu, Rohis hadir dengan harapan dapat membawa tema-teman pada tempat penyaluran energi ketempat yang positif, seru, dan mengasyikkan. Ada out bound yang dapat menyalurkan hobi sahabat yang suka berpetualang, ada seminar atau pelatihan yang akan menambah pengalaman sahabat, dan tidak ketinggalan, ada forum diskusi mengenai agama yang dapat menambah pengetahuan sahabat lebih jauh tentang Islam. Tentu saja sebagai rujukan utama adalah Al Qur’an dan sunah Rasulullah SAW. Dilihat dari apa yang dibawa oleh Rohis, tentu saja teroris sangat jauh dan tidak ada kaitannya sama sekali.

Teror adalah tindakan yang menganggu dan terjadi berulang-ulang, dengan pelaku yang tidak diketahui karena tidak menampakkan dirinya. Sedangkan teroris adalah orang yang melakukan teror. Apa mungkin Rohis itu teroris? Justru, Rohis ada karena agar dikenal banyak orang dan mengkuti kegiatan-kegiatan didalamnya. Apakah diskusi keagamaan itu identik dengan pemasukan doktrin untuk membangkang negara dan menjadikan teroris?

Jelas BUKAN! Berbuat kerusakan saja, Allah tidak suka apalagi berbuat keji dengan merancang bom untuk membunuh orang tanpa sebab yang dapat dipertanggungjawabkan. Islam mencintai kedamaian, Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin rahmat bagi seluruh alam. Adapun ada orang yang mengaku Islam namun berbuat kerusakan dan kekejian, berarti dia dalam keadaan lalai. Naudzubillahi mindzalik.

Mendiskusikan ilmu tentang agama tidak akan ada habisnya. Hanya melalui pertemuan dua jam pelajaran dalam sepekan sekali saja, itu tidaklah cukup. Banyak hal yang harus kita pelajari karena,
Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.” Qur’an surat Al Baqarah ayat 169.
Allahu’alam bishshawab, Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Semoga kita semua termasuk kedalam hamba-Nya yang bersyukur dan selalu berad

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.