Halloween party ideas 2015



Weits, jangan su’udzan duyu.. mentang-mentang kemaren Rohis baru dipitnah jadi sarang teroris, teyus pas baca judul di atas langsung ambil kesimpulan sendiri :D

Apakah ada korelasi antara Rohis dengan Tawuran pelajar?


Jelas ada ! #acungkanjari #gayaBungTomo

As we know, Hari Senin tanggal 24 kemarin, tawuran pelajar terjadi (lagi) di Jakarta. Jakarta men ! sebenarnya, menurut beberapa saksi sekaligus korban pengeroyokan, kejadian tersebut bukan tawuran. Kalo tawuran kan dua sekolah berantem, udah tau sama tau gitulah (pengalaman? -_-). Tapi, kalau kejadian kemarin diakui bahwa siswa SMA 6 diserang oleh para “gali” dari SMA 70. Berdasarkan cerita dari teman yang di Jakarta sih, kedua SMA termasuk SMA favorit dan emang udah gak akur dari dulu.  Tawuran udah biasa.

                                                                                        Gambar 1. Meme Comic Tawuran

Ini nih, kata-kata yang harus digarisbawahi “Tawuran udah biasa.” (garis bawahi sendiri ya pake stabilo item)

Mendengar kata “biasa” itu, kok kayaknya ada yg gak beres.

Oh, jadi kalo tawuran udah biasa, terus yang gak ada sangkut pautnya sama tawuran itu meninggal, berarti udah biasa ya.
Oh, kalo udah biasa berarti gak usah diperbaiki

“biasa”
Seolah-olah hal tersebut sudah kodratnya dan tak bisa diubah.

Sampai-sampai Alwi (korban meninggal, padahal gak tau apa-apa) menjadi sasaran buta para pelajar dari SMA 70.

Terus apa kaitannya sama Rohis?


Rohis yang anggotanya terdiri atas para pelajar dan memiliki “ruh” untuk melakukan perbaikan intern dan teman-teman lainnya.
Rohis dengan program-program kerja yang insya Alloh dapat mengembalikan dan memperbaiki moral pelajar.

Dari vivanews dan di metrotipi (ouch, why -_- ) tadi pagi, diberitakan bahwa Pak Jokowi mengusulkan adanya penyelesaian tawuran di kalangan pelajar. Salah satunya dengan cara pendekatan pemimpin. Selain itu juga perbaikan lingkungan pelajar.

Entah kenapa, saya sebagai mantan pelajar SMA, kok masih kurang paham ya :D pendekatan itu seperti apa konkritnya. Apakah pemimpin itu mengadakan talkshow dengan pelajar, terus sharing bareng-bareng…
Menurutku, itu bukan langkah efektif. Pemimpin, memang dapat mengadakan talkshow seperti tadi atau dengan kekuasaan yang dimiliki mampu meredam tawuran dengan cara memberi sanksi sebagai efek jera. 
Tapi.. mereka tak jera dari dalam hati.

Mereka butuh TELADAN.
TELADAN dari kelompok mereka sendiri a.k.a PELAJAR
Dan ROHIS siap membentuk teladan-teladan tersebut.

Mengapa harus pelajar?

Sebab, mereka SAMA. Sama-sama pelajar. Kalau secara logika, para tawuran lovers itu minim teladan dari kalangan mereka alias dari pelajar sendiri. Sebab, kebanyakan TELADAN disalahartikan hanya sebatas pelajar dengan prestasi akademik semata. Sedangkan, mereka butuh teladan yang dari segi moral, prestasi, skill, AKHLAK baik, dan MAMPU MERANGKUL mereka.

Wow, terlalu sempurnakah menjadi pelajar seperti itu?

TIDAK.

Itu memang sudah sewajarnya. Cobalah kata “biasa” dalam tawuran kita substitusikan ke “biasa” pelajar itu bermoral. “biasa” pelajar itu akademik bagus tapi akhlak juga terurus.

Kita sama-sama mendambakan pelajar yang seperti itu. Dan pelajar tersebut adalah ANDA.
Jangan pesimistis, ANDA, KAMU, ELO, ENTE, RIKA’ semua adalah PELAJAR tersebut.
Banyak sekali para aktivis ROHIS dan alumninya yang PRESTATIF. Akademik gemilang, akhlak pun tak hilang. Mereka SUKSES. Memang, bukan semata-mata karena ROHIS. Tapi karena LINGKUNGAN yang tercipta adalah lingkungan yang baik dan kondusif. Bukankah Pak Jokowi juga berkata bahwa harus ada perbaikan lingkungan sekitar dari pelajar?

Yes, absolutely it is ! and the solution is with ROHIS.

So?

Aneh jika ada isu-isu Rohis adalah sarang teroris seperti yang sempat digembar-gemborkan oleh metro TV beberapa waktu yang lalu. Nonsense. Mereka tak melihat apa yang jelas dan apa yang sudah ada. Mereka tak melihat “produk” dari Rohis secara general.

Dulu, media menyerang pesantren sebagai sarang teoris, kini mereka menyerang ROHIS. Ada-ada saja kan usaha mereka untuk menjelekkan citra umat Islam? (masa’ kita kalah? Mereka berusaha keras memecah belah islam, tapi kita loyo untuk menegakkan Islam) Padahal kedua lingkungan tersebut, baik pesantren ataupun ROHIS adalah lingkungan yang baik. Di dalamnya, kita secara lebih intens akan mengingat Alloh, bukan sekedar urusan dunia saja. Dan itu yang akan membentuk kepribadian kita menjadi ihsan (baik).

Sama halnya mungkin bagi agama lain yang ada di sekolah seminari bagi agama Nasrani, atau bagi para biksu, dan sejenisnya. Lingkungan tersebut membentuk kepribadian mereka sesuai ajaran agama yang mereka anut.

Jadi, alangkah baiknya jika pemerintah dan pihak sekolah bekerja sama dengan ORGANISASI PELAJAR apalagi ROHIS untuk sama-sama mengatasi masalah PELAJAR. Pelajar lebih mengerti apa yang menjadi masalah mereka daripada orang-orang dewasa yang hanya mengetahui secara kasat mata.

Jangan ada lagi penghalangan bagi organisasi pelajar untuk menjalankan program-program mereka yang melibatkan pelajar. Mereka berusaha mengajak teman-temannya ke kebaikan, tapi pihak sekolah mapupun pemerintah yang hanya mampu menjustifikasi secara dangkal justru menyulitkan mereka untuk berkarya.

Pak, Bu, kalian mendidik kami untuk menjadi pelajar yang baik. Tapi kenapa, saat kami ingin mengajak teman kami menjadi baik, justru kami dihalangi? Kami hanya ingin menyadarkan teman-teman kami, termasuk meredam tawuran itu sendiri. Biarkan itu menjadi tanggung jawab kami. Jangan persulit langkah dan usaha kami. Atau, apakah bapak ibu semua punya langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan pelajar? Mari kita duduk bersama, berdiskusi dengan hangat. Kita lihat dan kita rasa, relakah melihat kami seperti ini? Pacaran, merokok, geng motor, narkoba, mabuk, dugem, mencontek massal, tawuran, dan yang lainnya?



*)Untukmu teman-teman seperjuangan di Rohis,
Langkah ini panjang, terjal dan banyak halangan.
Tapi percayalah, justru itu yang menjadikan kita tegar dan itu pula yang menjadikan perjuangan kita bermakna. Itu pula yang membuat Alloh senantiasa membantu kita. Innalloha ma’ana…
WE LOVE ROHIS, FOREVER EVER.. : )

 
Gambar 2. Rohis Prestasi cemerlang, Akhlak gemilang :D



Sumber gambar :

Poskan Komentar

  1. pada umumnya akan ada 2 kubu dg msng2 pemimpin dalam pelajar, kubu 1) pemimpin formal, pemimpin yang diakui oleh sekolah dan legal, biasanya dlm organisasi osis/rohis dll(sebut. ketua osis, ketua rohis dll) dan kubu 2) pemimpin informal, pemimpin yang diakui krena mempunyai pengaruh, ato ditakuit sebut saja genk, nah dari kubu ke 2 ini lah yang biasanya menjadi awal mulanya tawuran itu berlangsung.
    selama ini sosialisasi pencegahan tawuran hanya dilakukan pada kubu 1, terang aj nggak bakalan menyelesaikan masalah dunk..lha kubu 1 nggak pernah telibat tawuran... so yg harusnya jadi objek pencegahan tawuran seharusnya pada kubu ke 2.
    it'a my opinion, what about you ?

    BalasHapus
  2. good opinion ^_^
    sosialisasi nyata buat kubu 2 seperti apa kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin namanya bukan sosialisasi,tapi mengarah pada pembinaan di kubu ke-2, yang namanya remaja pada umumnya selalu ingin mendapat perhatian & diakui oleh lingkungannya,merasa bahwa dirinya diakui keberadaannya, so sejak awal sebelum masuk kedalam kubu ke 2, selayaknya remaja diberikan tempat buat mereka menunjukkan dirinya, tempat diakui keberadaannya,
      trus bagaimana kalo udah masuk kedalam kubu ke 2? (wah ini nich lebih sulit ngatasinya)tp pasti ada cara, yang jelas kalo udah masuk ke kubu 2 mereka pasti memiliki rasa fanatik pada kelompoknya, apa lagi pada pemimpinnya wehhh patuhnya luarbiasa dah.... so objek untuk menyelamatkan kubu 2 ini dimulai dari dedengkotnya.. mungkin bisa lewat yg namanya pendekatan personal(dakwah fardhiyah red). baru kemudian biasanya kalo pemimpin kubu ke 2 udah terpegang (terbina red) maka anggotanya juga ikut2an. ini slh 1 cara menurutku mkn msh banyak cara yang lain & lebih josss....
      kayaknya simple yo? tapi realitasnya sangat sulit.. butuh orang2 luar biasa untuk menangani orang2 di kubu ke 2, karena butuh kemampuan pendekatan personal yg nggak mudah.

      tapi itu smua mungkin dan bisa terjadi, contohnya adalah komunitas punk muslim (contoh nyata) bisa dilian ndiri sperti apa di http://punkmuslim.multiply.com

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.