Halloween party ideas 2015

Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Propinsi Jawa Timur, Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri,  memberikan pandangannya mengenai kasus kerusuhan horisontal antara kelompok Syiah dan kelompok Nahdhiyin beberapa waktu lalu yang kian ruwet. Dalam kultweet yang diunggah di jejaring sosial miliknya, 30/08, beliau menyatakan bahwa aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah menyatakan bahwa Syiah adalah kelompok sesat, namun kesesatannya tersebut tidak serta-merta harus ditindak dengan sikap anarkis dari kalangan Ahlus Sunnah.


Menurutnya,  penyebab utama kerusuhan tersebut sebenarnya bukanlah masalah aliran sesat spt Syiah dan lainnya, meskipun ia tetap merupakan issue yang empuk, melainkan pada lemahnya sistem, rapuhnya bangunan sosial, dan tumpulnya peran pemimpin formal maupun informal.
Peran pemimpin dan tokoh tak hanya tumpul, bahkan sering kontra produktif, akibat kesimpang siuran sikap dan statemen yang berbeda-beda. Pencampur adukan antara sikap ideologi/akidah, sikap dakwah, sikap sosial, sikap politik, dan sebagainya merupakan faktor terburuk
“Sangat salah jika ada yang mentolerir seperti aksi rusuh Sampang itu dengan alasan karena Syiah sekte sesat yang berarti berhak ditumpas. Sebagaimana juga fatal sekali sikap siapapun yang mengutuk aksi anarkis yang terjadi, dengan dalih anggapan Syiah tidak sesat,” katanya.
Menurutnya, semangat menjaga dan membela kemurnian Islam sama sekali tak membenarkan aksi-aksi emosional yang justru melanggar dan memperburuknya. Sebagaimana sikap dan prilaku salah sebagian ummat juga tak membenarkan pengacak-acakan aksiomatika-aksioma dan prinsip-prinsip baku akidah Islam


“Hukum tentang Syiah sebagai firqah Islam sesat, adalah ijmak seluruh ulama ASWAJA sepanjang sejarah. Tapi ini sikap ideologi dan akidah. Sekte-sekte seperti Syiah dan lain-lain yang dihukumi sebagai firqah Islam sesat, tak serta merta berarti boleh apalagi harus disikapi anarkis. Karena selain sikap ideologi dalam keyakinan, Islam juga mengatur dan merinci adanya sikap-sikap lain seperti dakwah, sosial, politik, dan lain-lain.”
Menurutnya, sikap umat Islam terhadap kelompok Syiah adalah dakwah, bukan anarkis.
“Dalam sikap dakwah misalnya, setiap penganut firqah sesat sepertt juga non Muslim, adalah obyek yang harus didakwahi dengan hikmah. Sebagaimana merekapun memiliki hak-hak hidup, sosial, politik, dan lain-lain yang harus tetap dijaga dan diberikan secara adil dan proporsional,” tuturnya.
Rep/Red: Shabra Syatila
Sumber: fimadani

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.