Halloween party ideas 2015

Ia memiliki nama Persia, Rouzbeh. Ia dilahirkan di kota Kazerun, Fars, Iran. Ia lebih dikenal sebagai Salman Al-Farisi, sahabat Rosul dengan ide briliantnya membuat parit saat terjadi Perang Khandaq. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Ayahnya adalah orang terkaya di sana dan memiliki kebun yang sangat luas. Salman sangat dicintai oleh ayahnya, sehingga ayahnya mengurung Salman di rumah. Ayahnya tak ingin kehilangan Salman.

Suatu hari, saat ia disuruh ayahnya pergi ke kebun, ia melewati gereja. Ia mengamati orang Nasrani beribadah di dalamnya. Ia takjub. Ia merasa bahwa ibadah mereka lebih baik daripada ibadah agama yang ia jalani waktu itu, yaitu Majusi (penyambah api). Salman sendiri merupakan penjaga api di kuil dekat tempat tinggalnya.


Ketika pulang, ayahnya bertanya. Salman pun menceritakan bertemu dengan orang-orang Nasrani dan mengaku tertarik. Ayahnya terkejut dan berkata: "Anakku, tidak ada kebaikan dalam agama itu. Agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik."

"Tidak, agama itu lebih baik dari milik kita," tegas Salman.

Ayah Salman pun bersedih dan takut Salman akan meninggalkan agamanya. Jadi, dia mengunci Salman di rumah.

Salman tak kehabisan akal. Ia mengirimkan sebuah pesan kepada penganut Nasrani, meminta mereka mengabarkan kepadanya jika ada kafilah pedagang yang pergi ke Suriah. Setelah informasi didapat, Salman pun  kabur untuk bergabung dengan rombongan kafilah.

Ketika tiba di Suriah, dia meminta dikenalkan dengan seorang pendeta di gereja. Dia berkata: "Saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan salat dengan anda."

Sang pendeta menyetujui dan Salman pun masuk ke dalam gereja. Namun tak lama kemudian, Salman menemukan kenyataan bahwa sang pendeta adalah seorang yang korup. Dia memerintahkan para jemaah untuk bersedekah, namun ternyata hasil sedekah itu ditimbunnya untuk memperkaya diri sendiri.

Ketika pendeta itu meninggal dunia dan umat Nasrani berkumpul untuk menguburkannya, Salman mengatakan bahwa pendeta itu korup dan menunjukkan bukti-bukti timbunan emas dan perak pada tujuh guci yang dikumpulkan dari sedekah para jemaah.

Setelah pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang saleh lainnya, di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya.

Pendeta yang terakhir berkata kepadanya bahwa telah datang seorang Nabi di tanah Arab, yang memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri.

Salman pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb, dengan memberikan uang yang dimilikinya. Para pedagang itu setuju untuk membawa Salman. Namun, ketika mereka tiba di Wadi Al-Qura (tempat antara Suriah dan Madinah), para pedagang itu mengingkari janji dan menjadikan Salman seorang budak, lalu menjual dia kepada seorang Yahudi.


Singkat cerita, akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah). Setibanya di Madinah, pada malam harinya, ia pergi menemui Rasulullah sambil membawa makanan sembari berkata, ''Makanan ini adalah sedekah.'' Nabi tidak memakan makanan tersebut dan mempersilahkan para sahabatnya untuk menyantapnya. Kemudian Salman datang lagi dan membawa makanan sambil mengatakan, ''Makanan ini adalah hadiah.'' Kali ini Nabi memakan sebagiannya dan sebagiannya Beliau berikan kepada para sahabatnya.

Suatu hari, Salman melihat cap kenabian di pundak Nabi. Takala ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi, di mana Beliau tidak makan sedekah, menerima hadiah, dan di pundaknya ada cap kenabian, Salman pun langsung mengikrarkan diri masuk Islam dan menceritakan liku-liku perjalanannya kepada Beliau.

Rasulullah menasehati Salman untuk menulis surat kepada tuannya, seorang warga Yahudi dari Bani Quraizhah, dan Beliau meminta bantuan para sahabatnya untuk memerdekakan Salman. Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan tebusan untuk memerdekakan Salman. Akhirnya, Salman bebas dan  kemudian Rosululloh SAW mempersaudarakannya dengan Abu Darda'.


Posting Komentar

  1. masih ada #2 (lanjutan red)

    BalasHapus
  2. ditunggu :) sedang mencari referensi yang lebih akurat

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.