Halloween party ideas 2015

Sumber Gambar: VOA Islam


๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah memiliki ahli-ahli dari kalangan manusia.’ Mereka (para shahabat, pen.) berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah mereka?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah ahlul Qur’an yaitu ahlu Allah dan Orang-orang yang istimewa di sisi-Nya.’


๐ŸŒ“๐ŸŒ“๐ŸŒ“๐ŸŒ“๐ŸŒ“๐ŸŒ“ Dibuka Kelas Tahsin Pengurus Putra Yayasan Sembada Cendekia 2017 :

๐Ÿ’ก Zona tengah
Lokasi : Masjid Al Fath Seturan.
Waktu : Setiap Ahad jam 16.00 -  17.30.
Pengajar : Kak Arul

๐Ÿ’ก Zona Barat
Lokasi : Basecamp SC - Godean
Waktu : Setiap Ahad jam 16.00 -  17.30.
Pengajar : Kak Qois

๐Ÿ’กZona timur
Lokasi : Oemah Joglo - Kalasan
Waktu : Setiap Kamis jam 16.00 -  17.30.
Pengajar : Kak Fajar
# Khusus Zona Timur di mulai kamis tgl 24 Agustus 2017

๐Ÿ’ต Infaq : Sekuatnya seikhlasnya

๐Ÿ“ž Pendaftaran : 0896 7354 1028 (Kak Qois)

#KelasTahsinPengurus2017
#YayasanBinaRemajaSembadaCendekia
#PelajarMudaQuraniBerprestasi



Merdeka!!!

Menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke-72 th mari kita viralkan logo kemerdekaan tahun ini dengan:

1. Meletakkan foto kalian disamping kiri. Bebas mau foto bersama atau sendiri, atau jika tidak ingin share foto diri bisa foto benda yg kalian anggap mewakili diri pribadi.

2. Upload di sosial media yg teman-teman punya.

3. Follow akun facebook/instagram/twitter Sembada Cendekia. Jangan lupa tag dan mention akun Sembada Cendekia.

4. Gunakan caption yang berhubungan dengan hari merdeka, boleh berupa motivasi, kesan, pesan dll.

5. Jangan lupa pakai tagar
#SemangatBekerjasama
#KerjaBerprestasi
#MudaQuraniBerprestasi
#SembadaCendekia

6. Ajak teman-teman dan seluruh pelajar yang kamu kenal untuk melakukan hal yg sama.

Bagi yang fotonya memperoleh like terbanyak, akan ada bingkisan menarik dari Sembada Cendekia.

Mari kita semarakkan semangat 72th Kemerdekaan RI.

Terimakasih.
ttd
Humas SC

Assalamualaykum sahabat SC? 

Bagaimana kabar kalian di masa awal tahun ajaran baru ini??
Semoga senantiasa sehat dan semangat ya...

Kali ini Humas Sembada Cendekia membersamai teman-teman pelajar jurusan Keperawatan dan Farmasi lho dalam salah satu event dari divisi Islamic Character Building (ICB), yakni Mentoring.



Mentoring adalah program pembinaan untuk pelajar SMP/SMK sederajat dalam rangka mewujudkan remaja pelajar yang cerdas, berkarakter dan memiliki akhlak mulia.

Stadium General mentoringnya SMK Sadewa kemarin Jumat (sekitar pukul 11.45-13.15) di Ruang Musholla Gedung Baru SMK Sadewa Moyudan diikuti oleh 54 pelajar dan 7 orang mentor.

 

Diawali dengan tilawah Surat Al Kahfi yang dibacakan oleh Elviana Wijayanti, siswa kelas X Keperawatan. Kami yang mendengar berharap dengan siraman ruhani ini dapat membawa semangat pemuda Al Kahfi dan keberkahan tentunya dalam  pelaksanaan acara tersebut.

Dilanjutkan dengan Pengenalan Sembada Cendekia oleh Kak Anfat. Mulai dari sejarahnya, visi-misinya, programnya, pengurusnya hingga berbagai foto dokumentasi dari event yang pernah diselenggarakan oleh Sembada Cendekia.

Berikutnya adalah sharing motivasi dari Kak Ninda, sebagai salah satu mentor dalam Pembinaan Pelajar Sleman ini. Sebagai mahasiswa Kimia UGM, dirinya menyampaikan pengalaman selama beberapa tahun menjalani mentoring, dari mulai menjadi mentee (peserta) hingga akhirnya menjadi mentor (pendamping). Selain itu banyak manfaat yang dia peroleh dari kegiatan mentoring ini, harapannya manfaat itu pula yang dapat dirasakan oleh teman-teman SMK Sadewa.


Selanjutnya penjelasan terkait kontrak belajar program mentoring ini. Disampaikan oleh Kak Cini sebagai pengelola mentoring di SMK Sadewa.


Dilanjutkan first meeting antara mentor dengan mentee sebagai tahap awal perkenalan. Setiap kelompok diminta membuat nama kelompok dan memilih ketua kelompoknya. Antusias dan keseruan nampak dari wajah peserta mentoring.

Kegiatan stadium general ditutup dengan doa penutup majelis di masing-masing kelompok mentoring. Semoga dengan acara ini dapat membuka wawasan baru bagi pelajar selaku peserta mentoring dan pembaca sekalian, bahwa mentoring adalah sarana yang selama ini berhasil memyentuh pribadi pelajar agar memiliki karakter dan akhlak mulia. 

Bismillah...
Doakan kami agar istiqomah menjalankan amanah sebagai da'i sekaligus sahabat pelajar Sleman menuju generasi Muda, Qur'ani Berprestasi.

Sekian. Wassalamualaykum wr.wb. ๐Ÿ˜Š

Reporter  : Anf - hms
Editor      : Betty A. Nov

Ada sebuah ilustrasi yang menarik untuk kita renungkan bersama-sama, karena jangan-jangan akibat kesibukan kita, kita masuk dalam kelompok orang yang merugi, yaitu orang yang membuang-buang percuma sesuatu yang paling berharga yang dimilikinya.

Jika ada seorang pemuda mendapat warisan banyak dari orang tuanya, tetapi kemudian ia membelanjakannya tanpa perhitungan, bagaimana pandangan kita? Pastilah kita akan menyayangkannya, dan menganggap pemuda itu sebagai orang yang bodoh. Sekarang marilah kita perhatikan diri kita; jangan-jangan kita lupa kalau kita sendiri pun tanpa disadari, seringkali bersikap seperti yang dilakukan pemuda itu. Kita acapkali menghabiskan modal yang paling bernilai yang kita miliki, hanya untuk sesuatu yang sama sekali tidak berarti. Apakah modal manusia yang paling bernilai? Tidak diragukan lagi, itulah usia! Bukankah umur merupakan modal yang paling besar bagi manusia?

Bila kita perhatikan dengan cermat, manusia itu pada hakikatnya adalah pengendara di atas punggung usia. Ia menempuh perjalanan hidupnya, melewati hari demi hari, menjauhi dunia dan mendekati liang kubur. Dalam hal ini ada seorang bijak yang mengutarakan keheranannya “Aku heran terhadap orang yang menyambut dunia yang sedang pergi meninggalkannya, tetapi malahan berpaling dari akhirat yang sedang berjalan menuju kepadanya

Kadang-kadang kita heran juga dengan sikap kita sendiri. Kenapa kita mudah menangis bila harta benda kita berkurang atau hilang, tapi sebaliknya tidak pernah menangis bila usia kita yang berkurang? Bukankah tidak ada yang lebih bernilai bagi manusia selain usianya? Ironisnya lagi, kehilangan usia ini malah kita rayakan dengan sesemarak mungkin dan menghabiskan biaya yang cukup besar. Barangkali inilah satu-satunya kebodohan manusia yang bersifat universal, yaitu merayakan dengan meriah kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya. Padahal semua orang mengerti, bahwa yang hilang ini benar-benar menguap dan tidak akan pernah menjadi milik kita lagi atau kembali lagi kepada kita.

Saudaraku ... ada lagi yang aneh pada diri kita, yaitu kita mau berjuang mati-matian mengerahkan seluruh daya dan potensi yang ada untuk mendapatkan sesuatu yang belum pasti kita peroleh; sementara untuk hal yang sudah pasti terjadi, kita hadapi dengan usaha yang sekedarnya saja. Bukankah satu-satunya kepastian bagi manusia itu adalah hanya kematian? Tidakkah kita sadari, bahwa sebenarnya kita semua sedang berkarya dalam batas hari-hari yang pendek untuk hari-hari yang panjang? Lalu mengapa kita selalu cenderung membangun istana duniawi, sedangkan istana akhirat kita abaikan?

Bila kita sadar dengan tujuan keberadaan kita di dunia, maka pastilah kita menjadikan usia sebagai sesuatu yang paling berharga. Ia lebih mahal dari emas, intan berlian, atau batu mulia apapun. Oleh sebab itu, ia harus digunakan seoptimal mungkin.

Ada perkataan seorang bijak yang sangat baik kita renungkan, katanya: “Aku tidak menyesali sesuatu seperti penyesalanku terhadap tenggelamnya matahari, yang berarti umurku berkurang, akan tetapi amal shalihku tidak bertambah

Mengapa kita biarkan umur kita berlalu begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti? Apakah sudah demikian parahnya kebodohan kita, sehingga rela menghabiskan modal yang paling bernilai untuk sesuatu yang tidak bernilai? Bukankah kita harus mempertanggungjawabkan setiap menit yang berlalu? Al-Mu’minun: 115 menegaskan hal ini: “Apakah kamu sekalian mengira, bahwa Kami menciptakan kamu sia-sia dan kepada Kami  kamu tidak dikembalikan?

Mudah-mudahan renungan ini mampu menggugah hati nurani kita, sehingga kita tidak mau lagi membuang-buang umur dengan percuma, apalagi bersukacita pada saat umur kita berlalu atau berkurang.
 


 
Redaktur: Agus Cahyana
Editor: Betty A. Nov
Sumber Gambar: Wattpad


Semestinya kita mensyukuri apa pun yang menimpa kita. Ini bukan soal keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin berkata bahwa kita tidak realistis. Namun, bersyukur adalah sikap menerima kenyataan. Adakah yang lebih realistis sebelum kita terbebas dari kecemasan dan ketakutan akan kenyataan?        

Bersyukur mendorong kita bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup selain sikap bersyukur.    

Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin jauh kita mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri sendiri. Banyak orang yang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat keberhasilan lalu mensyukurinya. Kita tak akan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Kita berhasil karena berusaha. Sedangkan Usaha kita lakukan karena melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan kita.    

Mulailah hari kita dengan meniatkan diri untuk merasakan setiap keiindahan yang hadir  setiap detik. Bukalah pikiran dan hati kita. Carilah keindahan dari apa yang hadir dihadapan kita. Ketika hujan turun, rasakan kesejukan yang ditebarkannya ke penjuru bumi. Amati keindahan setiap tetesan hujan. Meski guntur dan kilat bersahutan, carilah keindahan yang hanya sekejap hadir, sebagaimana kita menanti lampu blizt fotografer yang menangkap senyum terbaik kita. Ketika panas tiba, rasakan kehangat yang menyelimuti udara. Carilah sinar matahari bagaikan burung kecil yang mengeringkan bulu-bulu sayapnya.

Bahkan ketika hujan dan panas datang bersamaan, carilah keindahan disana. Hanya karena hujan dan sinar matahari maka pelangi akan menampakan keindahannya.

Bersyukur adalah befikir positif. Seseorang si A yang sudah berjalan jauh di pedalaman selama tiga hari dan tidak mendapatkan makan atau pun minum, suatu ketika menemukan air setengah gelas. Ia berpikir negatif “Mana mungkin air yang hanya setengah gelas itu bisa memuaskan lapar dan dahaganya yang teramat sangat.“ Maka setelah air yang setengah gelas diminum ia tidak menjadi puas dan tetap merasa lapar dan haus. Disaat bersamaan si B yang juga sudah berjalan selama  tiga hari tanpa makan dan minum, menemukan air setengah gelas. Ia berpikir positif “Alangkah nikmatnya air yang walau hanya setengah gelas itu dapat memuaskan dirinya yang sudah tiga hari tanpa makan dan minum. “ Maka setelah air yang setengah gelas itu di minum dia merasa puas dan nikmat.

Mereka yang melihat dari kaca mata negatif mudah tertekan. Sedangkan, mereka yang melihat setiap keadaan melalui pandangan positif, akan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan.

Terkadang mempertanyakan “mana yang lebih dahuku tercipta : Telur atau ayam“ tidak selalu relevan. Kita bisa mendebatkan apa pun jawaban yang diberikan. Alih-alih mendapat kejelasan, seringkali malah berputar-putar memusingkan kepala. Jauh lebih berharga bila kita menjaga apa yang kita miliki sekarang. Bila telur yang berada dalam genggaman, eramkanlah hingga menetaskan anak-anak ayam. Sebaliknya, bila ayam yang kita miliki, peliharalah agar dapat memberikan telur –telurnya pada kita. Rawatlah apa yang ada dalam penjagaan kita. Gunakan itu sebaik-baiknya. Untuk itulah kita dianugerahi sesuatu.

Sesuatu yang bermanfaat akan semakin bermanfaat bila kita mensyukurinya. Yaitu bila kita menggunakan sesuai dengan tujuan, merawatnya sepenuh hati, dan menjaga agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Harta semakin berharga bila tidak hanya ditimbun di gudang, namun didermakan. Sebagaimana kendaraan yang didiamkan bertahun-tahun dalam garasi tak lebih berharga dibanding mikrolet tua yang menarik penumpang.
  



Redaktur : Ervi Yusria
Editor : Betty A. Nov
Sumber Tulisan : OASE  “ Meraih Hidup Seindah Pandangan  Mata” 
Sumber Gambar : soulfullheartblog
Diberdayakan oleh Blogger.